The Jokowi Center Fasilitasi Bisnis Lidi untuk Pengembangan UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia

0
648

TheJokowiCenter : ”Bisnis sampah untungnya wah”

“Saya titip, kalau masuk ke dunia usaha jangan mikir, masuk dulu. Kalau jatuh, bangkit lagi. Jangan berpikiran takut membuka usaha. Kalau sudah masuk, tolong segera menghitung risiko sehingga bisa dikendalikan. Jangan nabrak-nabrak,” pesan Presiden Jokowi kepada para pengusaha pemula dan mahasiswa pada pembukaan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2015 di Jakarta Convention Center, Kamis (12/3).

The Jokowi Center akan Fasilitasi buyer lidi dari China. Buyer khusus menampung/membeli lidi sawit, lidi kelapa dan Nipah. Beberapa penjelasan tentang lidi yang dibeli, sebagai berikut.:

A. KONDISI MUTU LIDI YANG DITERIMA.

1. Daunnya FRESH langsung dari pohon, jangan yang sudah rontok.
2. Tidak ber-BONGGOL.
3. Warna hijau kekuningan.
4. Tidak BERJAMUR.
5. Kering (TIDAK BASAH).
6. Lentur dan Tidak RAPUH.
7. Tidak berwarna hitam, Tidak muram.
8. Harum & Tidak bau apek.
9. DAUNnya diraut (diseset) BERSIH. Jadi tidak ada alat untuk raut, semua dilakukan dengan manual.
10. Panjang lidi 90cm up, minimal 70cm.

B. PACKING

Hal-hal yang perlu diperhatikan.

1. Lidi dipacking dalam goni plastic yang bersih tetapi tidak berlubang, goninya harus cukup panjang.
2. Dua sisi harus dijahit, goninya ditarik kencang supaya balnya cukup padat dan solid.
3. Packing 30,3 Kg, total 27 ton (1 kontainer).

C. Hal-hal lainnya yang baru saya sepakati langsung dengan buyer dari China, sebagai berikut :

Umum
Harga beli lidi (sawit, kelapa dan nipah) antara Rp. 3.300 – 3.500 per-kilogram.

Khusus
1. Untuk mendongkrak perekonomian rakyat di Aceh saya mendorong buyer dari China membuka kantor khusus dan gudang pembelian yang berpusat di Meulaboh. Jadi dari pelabuhan Meulaboh langsung diangkut ke Belawan dan dari Belawan baru eksport ke China. Jadi penjual lidi dari pengumpul Aceh tidak perlu lagi bawa/mengangkut lidi tersebut ke Medan.

2. Dalam waktu dekat saya akan mengundang buyer untuk hadir ke Meulaboh untuk survey dan bertemu dengan pemeritah kabupten serta pengarahan tekhnis kepada pengumpul yang sudah memberikan data kepada saya. Data dimaksud adalah data kemampuan produksi lidi setiap bulannya berdasarkan sumber yang akurat.

3. Pembelian lidi tersebut terus-menerus dan tidak terbatas waktu dan jumlahnya, seberapapun banyaknya akan dibeli jika sesuai dengan spesifikasi sebagaimana tersebut diatas. Jika sebulan saja bisa terkumpul minimal 50 ton, maka income diperoleh sebesar Rp. 175 juta per-bulan atau Rp.2,1 miliar per-tahun.

4. Buyer juga akan menampung “kayu-kayu buangan” sesuai aturan yang berlaku di Indonesia untuk eksport, hal ini akan dibahas pada waktu pertemuan dengan pejabat terkait dan entrepreneur di Meulaboh.

Demikian info akurat yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Jakarta, 17 September 2018
The Jokowi Center

Teuku Neta Firdaus,.S.E.,S.H
Direktur Eksekutif