Presiden Akan Resmikan Enam Pelabuhan di Indonesia Timur

0
61

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemhub) telah menyelesaikan pembangunan enam pelabuhan senilai Rp 531,5 miliar yang tersebar di Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Keenam pelabuhan ini telah siap beroperasi dan direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 5 dan 6 April 2016 di Papua Barat dan Maluku.

Pelabuhan di Maluku yang telah selesai dibangun adalah Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor. Sementara itu, pelabuhan di Maluku Utara yang juga sudah selesai dibangun yaitu Pelabuhan Tobelo dan Pelabuhan Galela. Sedangkan, di Papua Barat, Kemenhub telah selesai membangun Pelabuhan Wasior.

“Seluruh pembangunan pelabuhan tersebut dibangun melalui sumber dana APBN Kementerian Perhubungan sampai dengan tahun anggaran 2015,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub J A Barata melalui siaran pers, Minggu (3/4).

Dia menjelaskan, Pelabuhan Tutu Kembon merupakan pelabuhan non-komersial yang dibangun mulai 2012-2015 dengan total pembiayaan Rp 157 miliar. Adapula Pelabuhan Wonreli mulai dibangun pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2015 dengan total biaya sebesar Rp 54,5 miliar. Pelabuhan Pulau Teor dibangun sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 dengan biaya sebesar Rp. 42,6 miliar.

“Provinsi Maluku memiliki potensi sumber daya hayati laut seperti ikan laut, rumput laut, budidaya air laut dan air payau yang tersebar di perairan laut Seram, Manipa, Buru, Kei Kecil, Kei besar, Yamdena, dan Wetar. Selain itu, Provinsi Maluku juga memiliki potensi wisata budaya dan wisata alam yang secara merata menyebar di seluruh wilayah Provinsi Maluku,” sambung Barata.

Pelabuhan Tobelo di Maluku Utara dibangun pada 2008 dan selesai pada 2015 dengan total pembiayaan sebesar Rp 163 miliar. Selain itu, Pelabuhan Galela mulai dibangun pada 2006 dan selesai tahun lalu dengan total pembiayaan sebesar Rp 35,4 miliar. Serta, Pelabuhan Wasior yang berada di Kabupaten Teluk Wondana di Papua Barat yang adalah pelabuhan pengumpul dibangun sejak 2005 -2015 dengan biaya Rp 79 miliar.

Menurut Barata, pembangunan pelabuhan di Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat merupakan wujud komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur transportasi untuk meningkatkan konektivitas di wilayah perbatasan, terluar, dan wilayah bencana.

“Hal tersebut sejalan dengan fokus kerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana jasa transportasi serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan, pembangunan dan pengembangan pelabuhan-pelabuhan tersebut juga merupakan wujud pembangunan yang tidak hanya Jawa sentris akan tetapi pembangunan yang Indonesia sentris.

“Sesuai dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Thresa Sandra Desfika/YUD