Masjid Batu Pertama oleh Jokowi di Pidie Jaya Belum Dibangun

0
838
Presiden Jokowi bersama pengurus Masjid At-Taqarrub, Kecamatan Trienggadeng, berdoa usai meletakkan batu pertama pembangunan kembali masjid yang ambruk akibat gempa Pidie Jaya, Kamis (15/12). Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya rekonstruksi pascagempa Pidie Jaya. (Analisa)
Presiden Jokowi bersama pengurus Masjid At-Taqarrub, Kecamatan Trienggadeng, berdoa usai meletakkan batu pertama pembangunan kembali masjid yang ambruk akibat gempa Pidie Jaya, Kamis (15/12). Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya rekonstruksi pascagempa Pidie Jaya. (Analisa)
Presiden Jokowi bersama pengurus Masjid At-Taqarrub, Kecamatan Trienggadeng, berdoa usai meletakkan batu pertama pembangunan kembali masjid yang ambruk akibat gempa Pidie Jaya, Kamis (15/12). Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya rekonstruksi pascagempa Pidie Jaya. (Analisa)
Presiden Jokowi bersama pengurus Masjid At-Taqarrub, Kecamatan Trienggadeng, berdoa usai meletakkan batu pertama pembangunan kembali masjid yang ambruk akibat gempa Pidie Jaya, Kamis (15/12). Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya rekonstruksi pascagempa Pidie Jaya. (Analisa)

THEJOKOWICENTER – Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi membenarkan pembangunan masjid yang batu pertama dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (15/12/2016) belum dibangun. Hingga kini, sudah tiga bulan belum ada progres lanjutan dari pembangunan Masjid At-Taqarub Kecamatan Trienggadeng Pidie Jaya.

“Alasan belum dibangun masjid itu karena belum ada dasar hukum. Maka saya ke Jakarta mengejar Kepres itu dikeluarkan,” sebut Said kepada The Jokowi Center, Senin (20/3).

Said membenarkan, justru pembangunan masjid yang dilakukan oleh pihak ketiga atau donatur sudah mencapai 30-50 persen.

“Masyarakat selalu mempertanyakan kepada kami sebagai pemerintah, mengapa masjid yang batu pertama dilakukan oleh Jokowi namun hingga kini belum ada tindak lanjut,” ungkap Said.

Beberapa masjid atau meunasah yang dibangun kembali oleh donatur sudah berjalan seperti beberapa meunasah di kawasan Meureudu atau Masjid Al-Kautsar di Ulim Pidie Jaya yang dibangun oleh donatur dari Artha Graha Peduli berkedudukan di Jakarta.

Berkaitan dengan belum maksimal pelaksana rehab rekom di Pidie Jaya pasca gempa bumi yang terjadi pada 7 Desember 2016, Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus menjelaskan berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa‎ Setneg tidak akan mengeluarkan Keppres atau payung hukum sejenisnya dari Kepala Negara untuk percepatan rehab-rekon gempa Pidie Jaya – Aceh.

Bahwa tidak dikeluarkan Keppres untuk rehab rekon Pidie Jaya karena gempa Pidie Jaya berdasarkan cakupan wilayah tergolong bencana daerah (bencana lokal). Karenanya Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang berwenang menjadi “leader”, pemkab setempat yang langsung memimpin pengelolaan rehab-rekon gempa Pidie Jaya,  sedangkan pusat adalah pihak yang menyediakan anggaran dan tenaga tambahan yang diperlukan.

Sangat besar perhatian Presiden ke bencana gempa Pidie Jaya, baru kali ini terjadi bahwa gempa di Pidie Jaya Presiden RI mengunjungi korban bencana dua kali dalam rentang waktu seminggu. Pada waktu itu Presiden telah memerintahkan supaya penanganan korban gempa dilakukan dengan cepat dan tepat. Mulai dari proses penyaluran bantuan hingga rekonstruksi bangunan yang rusak. Maka pada saat ini pusat sedang melakukan koordinasi dan penganggaran dana untuk rehab rekon Pidie Jaya. Pengajuan anggaran rehab rekon Pidie Jaya ke Menteri Keuangan merupakan anggaran siap pakai, sebagaimana tesebut pada Pasal 6 UU Nomor 24 Tahun 2007.

Sekedar catatan kala itu, Jokowi mencanangkan pem­bang­unan kembali Pidie Jaya pascagempa 7 Desember 2016. Pencanangan ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Besar At-Taqarrub, Trienggadeng dan memerintahkan rekonstruksi harus dipercepat.

“Mulai hari ini kita mulai kembali pembangunan Pidie Jaya. Mulai dari sini, Masjid At-Taqarrub ini,” sebut Jokowi usai meletakkan batu pertama pembangunan masjid besar Triengga­deng tersebut, Kamis (15/12/2016).

Saat peletakan batu pertama itu, Jokowi didampingi Menko Pem­bangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Peker­jaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimuljono, Menteri Sosial Khofiffah Indarparawangsa, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Soe­darmo, dan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Presiden singgah ke Aceh dan me­lihat kembali Pidie Jaya, setelah kembali dari kunjungan kenegaraan ke India dan Iran. Presiden tiba di Aceh melalui Lapangan Udara Sultan Is­kandar Muda (SIM) dan terbang ke Pi­die Jaya dengan he­likopter.

Presiden mengatakan, pembangunan Pidie Jaya tidak hanya masjid ini, tapi juga sarana dan pra­sa­rana seperti sekolah, kantor peme­rintahan, termasuk sana jalan yang ru­sak akibat gempa tersebut.

Presiden memberi batas waktu ke­pada kementerian terkait untuk bisa segera menuntaskan semua pemba­ngun­an tersebut pada pertengahan 2018 sehingga bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat.

“Kalau Masjid At-taqarub ini, saya minta bulan Ramadan 2018 sudah bisa digunakan oleh masyarakat untuk menjalankan ibadah,” pungkasnya.