Disesali Dewan Bolos Rapat Hari Kedua Dilantik

0
37

JAKARTA – Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus menyesali perilaku anggota DPR dan DPD RI periode 2019-2024. Baru sehari dilantik pada Selasa, 1 Oktober, esoknya setengah dari 711 anggota dewan bolos ikut rapat pada Rabu, 2 Oktober.

“Ini langkah awal kesannya sangat tidak bagus, apa hal itu budaya di senayan..? Kita berharap, pada masa rapat mendatang para dewan terhormat bisa lebih disiplin, memberi taulanda bagi rakyat,” ungkap Teuku Neta, Kamis (3/10/2019).

Teuku Neta menuturkan, dari 711 anggota DPR dan DPD, hanya 376 anggota yang hadir berdasarkan absensi yang dibacakan saat pembukaan sidang. Warga paham setelah dilantik pada hari kedua, wakil rakyat belum ada agenda mengadakan kunjungan kerja ke dapil atau pertemuan dengan pihak lain. Selayaknya sebagai wakil rakyat harus memperlihatkan komitmen menghadiri rapat dan tidak mengantuk ketika sidang. Dari 575 anggota DPR, 321 anggota lama dan 254 pendatang baru.

“Tantangan pertama anggota dewan yakni disiplin, tidak tidur, hadir pada setiap rapat. Toh tugas DPR itu hanya tiga fungsi yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan,” jelas Teuku Neta.

Mantan pegiat antikorupsi ini menambahkan, jika anggota dewan serius ikut rapat, ini membuat rakyat percaya kinerja anggota dewan baru. Keseriusan aktif pada rapat atau persidangan mampu mendorong perubahan di Senayan sebagaimana tekad Ketua DPR Puan Maharani yang ingin merubah total Senayan.

Teuku Neta menyatakan, sangat memalukan setelah dilantik, justru anggota dewan yang hadir di gedung dewan – senayan jumlahnya hanya sebahagian saja.

“Selayaknya Ketua parpol memberi teguran kepada kadernya yang mengingkari hati nurani rakyat,” ajak Teuku.

Teuku mengingatkan, yang bisa memperkuat kinerja anggota dewan selama 5 tahun yakni anggota dewan sendiri. Kinerja ini bisa diukur antara lain dari jumlah regulasi yang disahkan serta keberpihakan kepada wakil rakyat kepada kepentingan rakyat.

“Jangan terus menerus menyepelekan kepercayaan warga yang telah memilih Anda sebagai wakil rakyat dalam menyampaikan aspirasinya. Jika diabaikan amanah tersebut, menjadi karma bagi oknum dewan karena menerima upah dengan cara tidak halal dan anggota dewan akan dihukum berjamaah pada 2024 dibangkrutkan dengan tidak dipilih lagi,” pungkas Teuku.

Sebagaimana diketahui, kursi terbanyak di DPR direbut oleh PDIP yakni 128 kursi. Kursi terbanyak kedua Partai Golkar 85 kursi. Suara terbanyak ketiga Gerindra yakni 78 kursi. Selanjutnya Partai Nasdem sebanyak 59 kursi, PKB sebanyak 58 kursi, dan Demokrat sebanyak 54 kursi. Sementara PKS 50 kursi, PAN sebanyak 44 kursi, dan PPP 19 kursi.