Audit Pelabuhan PLTU Nagan Raya

0
215

Banda Aceh – (Analisa) Pembangunan Pelabuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT. PLN (Persero) dikawasan Pantai Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir – Kabupaten Nagan Raya hingga saat ini belum berfungsi maksimal.

Hal ini dikarenakan pihak perusahaan masih harus mengeruk ulang pasir dilokasi dermaga yang berasal dari Samudra Hindia.

Koordinator LSM Solidaritas untuk Anti Korupsi (SuAK) Teuku Neta Firdaus menilai pembangunan dermaga kapal batubara di lokasi PLTU Pantai Suak Puntong diduga salah kaprah sejak proses perencanaan

IMG_1286

“Jika pelabuhan tersebut selesai dibangun, maka PLN akan terus mengeluarkan biaya rutin untuk biaya pengerukan pasir di pelabuhan PLTU Nagan Raya, karena angin pantai dilaut Samudra Hindia di lokasi PLTU Nagan Raya erosi sangat besar dan terus-menerus terjadi pendangkalan” Ujar Neta Firdaus (15/11)

Masih menurut Neta, kondisi proyek yang terus demikian berdampak pada terus bertambahnya anggaran untuk pengerukan pasir. Pembangunan pelabuhan senilai Rp. 300 Milyar itu telah tuntas dikerjakan, tapi sejauh ini belum bisa digunakan secara maksimal.