11 Jamaah Tabligh di Marawi Dipulangkan

0
317
Ilustrasi jamaah tabliqh

THEJOKOWICENTER – Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengakui adanya 11 (sebelas) Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Marawi, Filipina.

Namun mereka tidak terlibat dalam insiden baku tembak antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di kota itu.

Ilustrasi jamaah tabliqh

“Mereka ini adalah anggota Jamaah Tabligh yang melakukan khuruj, berdakwah selama 40 hari, di Filipina. Kebetulan markas Jamaah Tabligh di Filipina ada di Marawi,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, melalui pesan singkat yang disampaikannya Senin (29/5) siang.

Menurut Iqbal, aparat keamanan Filipina sudah mengetahui keberadaan kesebelas WNI itu karena sudah mendapat laporan mengenai kehadiran mereka.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu itu menyebutkan, bahwa Pemerintah Indonesia sedang berupaya memulangkan kesebelas WNI yang kini berada di Kota Marawi itu ke Tanah Air.

Aman

Terkait dengan status darurat militer di Mindanao yang telah ditetapkan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Selasa (23/5) malam, menyusul baku tembak antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di Kota Marawi, Iqbal berharap status tersebut tidak berdampak terhadap keselamatan tujuh WNI yang saat ini masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Sejauh ini Kemlu belum merilis informasi mengenai kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban dalam baku tembak antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di Kota Marawi, Filipina itu.

Menurut Iqbal, sedikitnya 17 warga negara Indonesia di Marawi. Sejauh ini mereka dilaporkan dalam kondisi aman karena mereka tinggal di seiar markas kepolisian Marawi, jauh dari pusat pertempuran.